‘’Sahabatku Amin’’


Sahabatku Amin

Sahabatku Amin merupakan cerita yang menarik sebagai kenangan untuk teman yang dahulu adalah teman dekat. Alijagoan berbagi kini mempersembahkan karya:
Nama    : Ilham Fadila
Nim      :1901302015
Kelas    : Akuntansi 1 A Politeknik Negeri Tanah Laut
Pagi itu beda dari yang biasanya, entah apa yang terjadi pada teman teman ku mereka seolah diam ta mampu berkata-kata. Mungkin karena hari ini adalah hari terakhir kami bersama di bangku sekolah menengah kejuruan. Kulihat wajah teman temanku ta seceria seperti biasanaya mereka memendam rasa sedih mereka dalam dalam. Begitujuga dengan sahatku amin namanya kami sudah menjadi sahabat sejak kami kecil. Kami sering menghabiskan waktu bersama baik untuk belajar bermain bahkan melanggar peraturan pun juga bersama. 
Sahabatku Amin
baca ; Masa Lalu Jadikan Pandangan Cara Hidup Kemasa Depan
Amin adalah anak pertama sama sepertiku. Kami sama- sama dilahirkan dari keluarga yang sederhana dan pas pasan. Namun kami memiliki semangat belajar yang tinggi. Sekian lama berteman dengan amin. Membuat aku tau sikap dan kebribadian amin sahabatku, dia itu orangnya baik dan tidak pelit mudah untuk bergaul dan berteman dengan siapa saja.
Masa sekolah menjadi sangat berkesan karena aku melewati hari hari beratku dengan sahabatku. Aku memiliki banyak teman, ya mungkin Cuma teman saja tidak lebih untuk dijadikan sebagai sahabat. Karena hanya amin lah yang mengerti kebribadian dan sikapku.
Amin adalah sahabata terbaikku dia adalaha seseorang yang sangat berbeda dari yang lain, kenapa berbeda karena amin adalah anak yang susah di tebak perilakunya dan mudah berubah moodnya. Kadang dia ceria, semangat dan kadang dia juga lesu dan nambak ingin marah marah teruss. Mungkin karena banyaknya beban yang diterima oleh sahabatku.
Amin adalah anak yang berbakti kepada orang tua setiap pulang sekolah amin selalu membantu orangtuanya diladang. Setiap hari libut dia khususkan untuk membantu kedua orangtuanya. Begitu pula dengan ku, aku dan amin tidak jauh berbeda nasibnya. Setiap pulang sekolah atau hari libur selalu membantu kedua orangtua kami masing masing. Namun yang membuat aku sedih adlah ketika kami berbincang bincang tentang pendidikan. 
Baca : Tujuh Jurus Janji Laki Laki yang tak Pernah Di Tepati! APA ?
Sahabatku Amin
Amin terhalang biaya untuk meneruskan pendidikannya, sedangkan aku sudah mempersiapkan untuk kuliah. Terlihat murung wajahg sahabatku terlihat raut wajah sedih dan kecewa pada sahabatku. Namun bukan sahabatku jika tidak tegar. Amin adalah anak yang tegar dan pantang menyerah dia berusaha semaksimal mungkin untuk mencari lowongan pekerjaan. Sedangkan aku turut membantu sahabataku untuk mewujudkan keinginannya. Selain pantang menyerah amin juga anak yang religius dia rajin sholat dan patuh terhadap kedua orangtuanya.
Amin sangat pintar mengaji itu yang aku banggakan dari sahabatku ta terasa hampir setengah tahun aku berpisah dengan sahabatku. Kini dia sudah mendapatkan pekerjaan yang layak semoga persahabatan aku dan sahabatku takan hilang ditelan kesibukan masing-masing.


Cerita Hati

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "‘’Sahabatku Amin’’"

Post a Comment

Saran dan masukan Anda adalah kepuasan kami