Mappanretasi Yang dilaksanakan Oleh Masyarakat Tabunio


A.    Pendahuluan
Slametan pantai merupakan salah satu upacara ritual yang  memang sudah menjadi tradisi masyarakat di sekitar pantai dan sekarang biasa disebut dengan mappanretasi atau pesta pantai. Berikut ini akan diuraikan secara ringkas tentang mappanretasi khususnya yang dilaksanakan oleh masyarakat Tabunio.
B.    Rumusan Masalah
  1. Kapan dan bagaimana proses slametan pantai itu dilaksanakan?
  2. Apa tujuan slametan pantai tersebut?
  3. Bagaimana hubungan teori dengan kasus penelitian?
C.    Ringkasan Teori
Ritual keagamaan merupakan sarana yang menghubungkan manusia dengan yang keramat. Ritual bukan hanya sarana yang memperkuat ikatan sosial kelompok dan mengurangi ketegangan, tetapi juga suatu cara untuk merayakan suatu peristiwa-peristiwa penting. 
Arnold Van Gennep menganalisis upacara peralihan, yang membawa manusia melintasi krisis yang menentukan dalam kehidupannya, seperti kelahiran, pubertas, perkawinan, menjadi ayah/ibu, naik ke kelas yang lebih tinggi,spesialisasi pekerjaan, dan kematian.1 
Gagasan Robertson Smith dalam teorinya mengenai fungsi upacara bersaji. Pada pokoknya upacara seperti itu, dimana manusia menyajikan sebagian dari seekor binatang terutama darahnya kepada dewa kemudian memakan sendiri sisa daging dan darahnya dan ini juga dianggap sebagai suatu aktivitas untuk mendorong rasa solidaritas dengan dewa atau para dewa.2
D.    Kasus (Mappanretasi di Pantai Tabunio)
Slametan pantai memang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat di sekitar pantai khususnya di pantai Tabunio. Tradisi ini berawal dari bangsa bugis. Pada awalnya masyarakat banjar kurang mempercayai akan hal ini sehingga slametan pantai sempat terlupakan dan tidak terlaksanakan. Slametan ini kembali dilaksanakan setelah ada warga masyarakat yang pergi bekerja ke daerah Asam-asam, kemudian kembali ke kampungnya melalui jalan laut. Sampai di rumah ternyata orang tersebut mengalami sakit pada perutnya dan kemudian diperiksa oleh orang pintar dan orang pintar itu mengatakan kalau orang itu kesambet atau di ganggu oleh makhluk gaib (orang dari alam sebelah) yaitu makhluk yang menguasai laut tersebut. Makhluk tersebut meminta agar diadakan slametan laut, setelah dipenuhi permintaan penghuni laut tersebut dengan seketika rasa sakit yang dialami oleh orang tersebut menjadi sembuh. Setelah kejadian itu slametan pantai terus dilaksanakan kembali setiap tahunnya. 
Upacara  ini biasanya dilaksanakan pada hari minggu dalam bulan april disaat bulan terang dan para nelayan telah kembali dari pelayarannya. Tetapi yang lebih utama dilaksanakan setelah hari raya kurban. 
Adapun proses pelaksanaan upacara ini di awali dengan penyembelihan hewan tumbal yang disembelih sehari sebelum slametan pantai dilaksanakan. Hewan yang dijadikan sebagai tumbal biasanya adalah sapi atau kambing, akan tetapi belakangan ini hewan yang sering dijadikan tumbalnya adalah kambing dikarenakan harga ternak sapi sangat tinggi dibandingkan harga  seekor kambing. Setelah kambing itu  disembelih, kemudian kepalanya dibawa ke tengah laut oleh para tokoh-tokoh masyarakat dengan menggunakan perahu kecil yang telah dihias-hias dibarengi dengan sesajen. Perahu dan  sesajen  itu diletakkan ditengah laut sebagai persembahan dan wujud penghormatan kepada roh di laut itu. Sedangkan dagingnya dimasak dan dibuat nasi bungkus kemudian dibagikan kepada kapal-kapal yang berdatangan pada waktu itu dan ingin berlayar kembali. Jika ada sisanya maka diberikan kepada masyarakat yang berhadir pada waktu itu. 
Selain kegiatan-kegiatan di atas di adakan pula pembacaan maulid dan manaqib-manaqib serta ceramah agama di pesisir pantai.
E.    Tujuan Mappanretasi
Tujuan upacara ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberikan hasil laut yang melimpah untuk kesejahteraan warga yang bertempat tinggal di sekitar pantai yang mayoritas mata pencaharian penduduknya adalah sebagai nelayan serta masyarakat daerah tersebut berkeyakinan apabila upacara ini tidak dilaksanakan maka pada tahun itu akan ada seorang dari penduduk yang meninggal secara misterius di laut dan di anggap sebagai pengganti tumbal dan pada kenyataannya yang demikian itu memang sering terjadi apabila mereka tidak melaksanakan atau karena terlambat melaksanakan upacara bersaji tersebut.
F.    Hubungan Teori dengan kasus Penelitian
Ritual mappanretasi yang dilaksanakan oleh masyarakat pesisir pantai, pada umumnya  mereka meyakini bahwa ritual yang mereka lakukan didalamnya terdapat unsur-unsur gaib dan supranatural yang bisa mengatasi atas masalah yang mereka hadapi. Dengan diadakannya ritual tersebut mereka percaya dapat meningkatkan hasil laut dan terlindung dari gangguan-ganmgguan gaib yang menyebabkan jatuhnya korban. 
Upacara adat mappanretasi ini berhubungan dengan penganalisisan mengenai kebudayaan oleh Arnold Van Gennep yang  menganalisis upacara peralihan, yang membawa manusia melintasi krisis yang menentukan dalam kehidupannya, seperti kelahiran, pubertas, perkawinan, menjadi ayah/ibu, naik ke kelas yang lebih tinggi, spesialisasi pekerjaan, dan kematian. 
Dalam kasus ini juga berhubungan dengan gagasan yang telah diungkapkan oleh Robertson smith dimana dalam upacara mappanretasi ini masyarakat menyajikan seekor binatang sebagai tumbal,terutama darahnya kepada roh laut.
[1] William A. Haviland, Antropology 4th  Edition, diterjemahkan oleh R.G. Soekadijo dengan judul, Antropologi Edisi Keempat jilid 2, (Jakarta, Erlangga, tt) h.207
[2]Koentjaraningrat, Sejarah Antropologi 1 (Jakarta:UI,1987) cet. 1 h..10
 di Tulis Oleh Juhairiyah, S.Thi, M.Ag


 Baca juga : Jamu Sehat Ala Tradisional, JAVANESE AND BANJARESE BRIDAL GOWN (BUSANA PENGANTIN JAWA DAN BANJAR) .


 Pendidikan, Wawasan Tradisional,

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mappanretasi Yang dilaksanakan Oleh Masyarakat Tabunio"

Post a Comment

Saran dan masukan Anda adalah kepuasan kami